Memanfaatkan Media Sosial Untuk Kesuksesan Event

Banyaknya pengunjung di suatu event menjadi ukuran kesuksesan. Untuk itu strategi promosi harus diperhitungkan dengan matang. Beberapa cara dapat ditempuh dalam mempromosikan event: iklan billboard, iklan di TV, iklan di radio dan lain-lain. Media promosi lain yang tidak boleh diabaikan adalah media sosial dengan cakupan yang sangat luas dan merata di segala kalangan. Twitter dan Facebook dapat menjadi media promosi yang efektif. Berikut beberapa tips yang bisa anda terapkan untuk mempromosikan event lewat media sosial:

Hashtag Twitter dan Instgaram
Kreasikan hashtag (#) twitter dan instagram yang unik, sederhana dan relevan untuk event anda. Gunakanlah terus hashtag tersebut saat membahas event baik dengan akun twitter event maupun akun pribadi anda. Dengan begitu akan semakin banyak pengguna twitter yang tahu event anda. Imbasnya, hashtag tersebut akan semakin sering digunakan dan info event anda akan semakin tersebarluas.

Agar penggunaan hashtag lebih maksimal gunakan beberapa bulan sebelum event dilaksanakan. Dengan durasi yang lebih lama cakupan hashtag event anda akan jauh lebih luas. Selain itu, anda juga dapat menggunakan hashtag ketika mengadakan kuis mengenai event anda di twitter, ajaklah semua peserta kuis menggunakan hashtag ini.

Membagikan Informasi yang Relevan
Selain men-tweet segala hal tentang event, menarik lebih banyak pengikut (follower) untuk twitter dan likes untuk facebook juga menjadi agenda penting yang harus dilakukan. Dengan membagikan informasi lain yang melulu mengenai event anda tetapi masih relevan dan menarik akan meningkatkan kemungkinan akun anda diikuti dan tweet atau status anda dibagikan orang lain. Dengan begitu semakin banyak pula pengguna media sosial yang akan tahu event anda.

Sisipkan Akun Pendukung Acara
Akun bintang tamu, MC maupun pembicara biasanya diikuti cukup banyak fans, manfaatkanlah dengan menyisipkan akun (mention) mereka ketika membagikan informasi mengenai event anda. Biasanya para pendukung acara akan membagikan kembali informasi tersebut dan dilihat oleh para pengikut atau fans mereka.

Bermitra Dengan  Media Online
Akun media online biasanya sudah memiliki puluhan ribu pengikut. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas cakupan promosi event anda dengan menjalin kemitraan atau yang sering disebut dengan media partnership. Dengan kesepakatan yang saling menguntungkan, anda dapat meminta akun media online tersebut untuk mempromosikan event anda.

Dengan cakupan yang luas dan akses informasi yang mudah, sosial media adalah sarana promosi yang efektif dan tepat sasaran. Oleh karena itu, anda wajib memanfaatkan sarana ini dan menyiapkan promosi event di media sosial dengan matang dan kreatif.

Seputarevent sebagai Media Partner
Anda juga dapat bermitra dengan seputarevent.com untuk mempromosikan event. Kami menawarkan paket promosi yang menarik untuk segala jenis event. Dengan akun facebook dan twitter yang sudah diikuti puluhan ribu orang, dilengkapi website dengan kelengkapan informasi mengenai event, sepeutarevent siap membantu anda.

Sumber : www.seputarevent.com


Tentang Fyre Festival: Konser Musik Terburuk Sepanjang Masa !!

Pada 2017 lalu, publik dihebohkan dengan kegagalan Fyre Festival yang digadang-gadang akan jadi festival terbesar, termewah, dan tersohor. Nyatanya, festival ini tidak benar-benar terwujud !!. Bagaimana bisa ?,terus apa kaitan dengan Blog Kehumasan yang di tugaskan ini ??

Mungkin ini adalah salah satu contoh kasus tentang manajemnen PR yang berwujud akhir penipuan tapi yang membuat saya takjub dengan berita ini adalah konsep penyelenggaran dan kemampuan mereka untuk meyakinkan para investor !!

Pertunjukkan ini digelar di Bahama, Kepulauan Karibia dan berlangsung selama 3 hari. Penonton diiming-imingi suasana pantai nan syahdu, penginapan villa mewah, transportasi pakai jet pribadi, dan makanan yang disajikan chef internasional. Tapi pas sudah sampai lokasi, mereka malah dibiarkan terlantar tanpa penginapan layak, sedikit sekali makanan atau minuman, dan tidak ada transportasi keluar pulau karena konser gagal diselenggarakan!

Yang bikin makin meyakinkan, Fyre Festival ini dipromosikan langsung sama sederet artis papan atas seperti Bella Hadid, Hailey Baldwin, dan Kendall Jenner lo!

Lewat iklan yang tersebar itu, publik terutama orang-orang berduit dan berpengaruh kayak selebgram atau influencer, tergiur buat datang. Mereka berekspektasi bakal menghadiri pesta mewah di pantai berpasir putih dan bebas pakai bikini.

Pesta yang harusnya digelar 3 hari ini rencananya bakal berlangsung di private beach di Pulau Great Exuma, Bahama, dikutip dari Business Insider

Karena ekspektasi yang tinggi itu pula, orang rela-rela aja keluar duit tiket yang harganya berkisar antara Rp13 jutaan sampai Rp150 jutaan!


Awalnya memang beneran diantar pakai pesawat pribadi gitu via www.bbc.com
Penginapan yang katanya luxury itu ternyata cuma cuma tenda-tenda putih mirip di pengungsian! Kasur di dalamnya pun basah kena hujan. Mereka benar-benar jadi terlantar dan Konsumsi yang tadinya dibayangkan akan serupa di restoran mewah, ternyata juga cuma makanan boks yang isinya roti dan keju! Sama sekali nggak ada chef profesional yang memasak buat mereka,kasihan deh pokoknya !!

Kesal dan marah karena acaranya nggak jelas, banyak orang akhirnya memutuskan buat balik ke Miami. Tapi sedihnya, nggak sedikit yang malah berujung terlantar di bandara karena di sana nggak kalah chaos-nya


Terlantar di bandara via www.businessinsider.sg

Nggak cuma merugikan para penontonnya aja, penduduk lokal yang tinggal di lokasi juga ikut kena getahnya. Mereka sudah mengeluarkan ratusan juta rupiah buat support konsumsi, tapi malah belum diganti sama pihak panitia


Pemilik restoran yang juga ikutan merugi via www.nytimes.com

Pekerja konstruksi juga belum digaji via www.thepetitionsite.com

Billy McFarland, selaku promotor festival ini juga gagal menggaji orang-orang lokal yang ikut membantu terselenggaranya acara. Ia pun dijatuhi hukuman 6 tahun penjara atas penipuan,

Billy McFarland (kanan) selaku organiser dan rapper Ja Rule (kiri) sebagai co-organiser sekaligus promotor via www.bbc.com
Kegagalan total sebuah acara yang sangat populer di kalangan anak-anak hits, seperti di atas, sepertinya cukup jadi pembelajaran penting bagi kita semua supaya nggak langsung percaya dengan embel-embel Instagrammable yang banyak dijual buat event kayak ini.

Dengan adanya berita Saya berharap para pelaksana event terutaman public relation dapat melaksanakan tugasnya sebaik mungkin dengan melakukan manging event yang baik dan benar !! 

Sumber : www.hipwee.com/feature/tentang-fyre-festival-

PR di era Sosialmedia

.
Public Relations (PR) adalah sebuah profesi yang sudah terbangun berpuluh-puluh tahun lalu. Namun, ilmu-ilmu yang sudah mapan itu kini harus diperbarui lantaran munculnya fenomena social media seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya.

Sejumlah orang telah menyatakan bahwa saat ini Public Relations (PR) telah sekarat. Merrka salah besar. Yang benar, saat ini PR tengah berubah atau bertransformasi. Jika dulu PR hanya tentang siaran pers, maka sekarang PR juga mencakup pembuatan konten, media sosial, dan banyak lagi. Oleh karena itu, agensi PR terus memperluas teknik dan menemukan cara-cara baru dalam menyentuh target pasar untuk klien mereka.


Image result for pr di era sosial media

Humas Era Internet

Digital PR (Digital Public Relations) –disebut juga e-PR, Humas Online, Internet PR, Cyber PR, atau Humas Era Digital– bisa diartikan sebagai kegiatan humas secara online dengan memanfaatkan media internet –website, blog, media sosial, email, marketplace.
Digital PR merupakan “konsep baru” kehumasan, seiring perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang membentuk “masyarakat  digital”.
Hanya dengan sentuhan jari, warga dunia kini mampu mencari dan menemukan yang mereka inginkan dan butuhkan. Hanya dengan sentuhan jari pula, praktisi humas bisa menjalankan tugasnya –membangun citra positif lembaga dengan menjangkau seluruh dunia selama 24 jam!
Era digital saat ini menuntut praktisi humas (PR Officer) yang bukan saja memiliki wawasan dan keterampilan dasar kehumasan, tapi juga yang bisa mengikuti ritme perkembangan teknologi informasi, termasuk menguasai tip dan trik blogging, media sosial, dan menulisonline (online writing).

Cyber PR adalah PR yang dilakukan dengan sarana media elektronik internet dalam membangun merek (brand) dan memelihara kepercayaan (trust), pemahaman, citra perusahaan atau organisasi kepada publik/khalayak dan dapat dilakukan secara one to one communication bersifat interaktif. Kini, hampir seluruh aktivitas PR dapat dilakukan menggunakan teknologi internet dari mulai melakukan kegiatan publikasi, melakukan hubungan dengan pengguna informasi dan yang lebih hebatnya lagi bahwa management kehumasanpun dapat dilakukan di internet. Dengan demikian, kegiatan kehumasan bisa lebih fleksibel dari yang dilakukan di dunia nyata.
Media sosial telah menjadi bagian dari gaya hidup, sejalan dengan hal tersebut, keberadaan konsumen Indonesia di dunia maya memang demikian substansial. Mereka telah menjadikan media sosial sebagai bagian dari gaya hidup dalam berbagi informasi, interaksi, dan diskusi antarkomunitasnya. Dengan demikian, hal tersebut juga mengubah perilaku konsumen dalam berhubungan dengan merek. Interaksi yang awalnya bersifat vertikal menjadi horizontal; dari awalnya satu arah menjadi dua arah; dari yang awalnya “one to many” menjadi “many to many”; dari awalnya “broadcasting” menjadi “engagment” dan “permission- based” . dengan perubahan-perubahan tersebut, maka pendekatan kepada konsumen pun juga harus dirubah, salah satunya melalui pemanfaatan media sosial yang menitikberatkan pada bagaimana menciptakan komunikasi dan engagment  dengan konsumen.
Image result for pr di era sosial mediaSocial media tidak lagi sekedar jejaring sosial, namun telah menjelma menjadi sebuah media berbisnis.Dengan memanfaatkan media sosial secara tepat dapat menjadi salah satu media promosii dan komunikasi yang baik bagi perusahaan dan konsumennya. Dalam hal ini, PR dapat menjadikan social media sebagai sarana menjalin relationship dan menjalin komunikasi dengan konsumennya. Selain itu, PR juga dapat menjadikan media sosial sebagai media edukasi tentang produknya kepada konsumen. Melalui komunikasi di media sosial, pemilik produk dapat mengetahui produk atau layanan seperti apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen

Lalu, Bagaimana sebaiknya PR mengelola hubungan konsumennya di media sosial?
 *Sumber: Majalah Mix